Jika kamu menginginkan sebuah kebebasan, maka aku
ikhlas hanya untuk sekedar melepas namun tidak untuk berhenti mendoakan. Karna
aku percaya semua yang aku doakan akan memberikan hasil jauh lebih berharga
dibandingkan memiliki mu.
Aku harap kamu mengerti!
Karena aku hanya ingin menjadikanmu sebagai
sebuah topik isi dari ceritaku. Tidak untuk menjadikanmu sebagai orang yang
spesial untuk mendampingiku saat ini.
Aku ingin kamu mendampingiku kelak, tapi kamu tidak perlu
khawatir! Aku tidak meminta itu sekarang, aku meminta mu setelah aku berhasil
menjadi seseorang yang kamu harapkan. Setelah aku bisa menjadi seseorang yang
bisa kamu kagumi suatu hari nanti.
Mungkin cerita ini kutulis sedikit bertele-tele,
tapi aku percaya setiap bait cerita yang ku tulis dapat kamu baca suatu hari
nanti. Untukmu seseorang yang tidak pernah mau aku ganggu kehidupannya. Terima
kasih karena telah menjadikan-mu sebagai sumber inspirasi dalam ceritaku selama ini. Mungkin tanpa
mengenalmu aku tidak akan bisa seperti ini. Mungkin tulisanku tidak akan melulu
tentangmu. Maafkan aku karena selalu menjadikanmu sebagai topik dalam setiap
isi dari ceritaku. Mungkin kamu membenci hal ini, karena seolah-olah didalam
cerita ini kamu seperti sangat dijelek-jelekan dalam urusan kepekaan. Tidak.
Kamu tidak pernah sesalah itu, aku yang salah sejak awal karena terlalu cepat
menganggap bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk kujadikan seseorang yang
berharga dalam hidupku.
Dan kamu mengajarkanku begitu banyak arti dari
sebuah pengorbanan, berkorban untuk tidak pernah menyerah dalam menunggu setiap
penantian yang mungkin aku sendiri saja tidak pernah tau itu pasti atau tidak.
Menunggu memang menyenangkan bagi mereka yang menyukainya, tapi tidak bagi
mereka yang tidak menikmatinya. Dan sekarang aku sedang berusaha untuk
menikmati setiap penantian yang aku yakin akan membuahkan hasil yang sangat
luar biasa. Walau aku tidak yakin akan tetap bersamamu atau tidak nantinya (?)
Dari mu juga aku banyak sekali belajar tentang
bagaimana dasar dari sebuah siklus ikhlas mengikhlaskan, aku mengerti bahwa
setiap hal yang kamu beli tidak perlu mendapatkan kembalian. Karena setiap
apapun yang kamu ikhlaskan harus ada salah satu yang merelakan diantara kedua
belah pihaknya. Dan disini aku memilih sebagai orang yang harus ikhlas
merelakan, aku hanya ingin kamu membantuku. Bantu aku dengan tidak pernah
memberikanku sedikit kepedulian lagi, berhenti untuk terus memberikan
perhatian, berhenti untuk tidak menghubungiku lagi. Tapi ijinkan aku untuk selalu
meminjam namamu sebentar saja, karena aku sangat membutuhkan itu untuk
menyebutkannya di sepertiga malamku dan dengan begitu aku tidak akan lagi
mengusik masuk ke kehidupanmu.
Untuk kalian yang mungkin juga merasakan hal yang
sama, tolong jangan pernah salahkan orang yang kalian sukai ataupun orang yang
kalian kagumi. Mereka tidak pernah memberikan harapan, hanya saja kita yang
terlalu berharap pada seseorang yang tidak pernah sama sekali mengharapkan
kita. Tolong jaga hati kalian, karena apabila sudah terlanjur jatuh maka akan
sulit sekali untuk dipaksa berhenti. Jangankan untuk berhenti, melepaskan
dengan ikhlas saja sudah dirasa cukup sangat menyakitkan. Padahal banyak orang
mengatakan dengan mengikhlaskan seseorang hatimu akan merasa begitu sangat baik
dibandingkan harus membencinya secara langsung. Maka mulai dari sekarang
belajarlah untuk menghargai setiap pengharapan yang diberikan seseorang kepada
kita walaupun kamu tidak pernah menginginkan itu dari seseorang tersebut.
Hargai mereka karena ketulusan hatinya menyukaimu, hargai setiap pengorbanan
yang mereka lakukan terhadapmu. Karena tanpa sadar dengan begitu kamu telah
menyelamatkan hati seseorang yang tidak bersalah, kamu menyelamatkan hatinya
yang tidak pernah tau apa-apa. Dan kamu juga dapat menyelamatkan ribuan pemilik
hati yang ada di muka bumi ini. Jadikan setiap pengalaman mu sebagai sebuah pelajaran
untuk menjalani kehidupan mu kedepannya. Karena semua keputusan ada pada dirimu
saat ini, tidak pada dirimu dimasa lalu :) Semangat pengagum Rahasia. Kalian
tidak sedang berjuang sendirian :) Banyak juga orang yang mengalami hal serupa
tapi dengan cara yang berbeda :)
Sekali lagi kata maaf ingin sekali kuucapkan
langsung dihadapanmu. Maaf karena telah meminjam namamu tanpa ijin di sebagian besar doaku selama ini. Maaf karena aku
telah begitu banyak menaruh harapan padamu. Entah ingin sampai kapan aku harus
selalu bungkam untuk menyampaikan semua isi hati yang kumiliki. Ingin rasanya
aku langsung membicarakan perihal isi hati ini dan aku ingin kamu benar-benar
menghargai pengorbananku selama ini. Tidak perlu kamu menjawab "YA", hanya dengan menolakku
secara halus kemudian berharap kamu menjawab "Tunggu aku :) Aku akan datang bersama orang tuaku malam ini
:)".
Semangat untuk kalian yang juga mengalami hal serupa :)