Minggu, 24 November 2019

Aku, Kamu dan Sebuah Keikhlasan


Jika kamu menginginkan sebuah kebebasan, maka aku ikhlas hanya untuk sekedar melepas namun tidak untuk berhenti mendoakan. Karna aku percaya semua yang aku doakan akan memberikan hasil jauh lebih berharga dibandingkan memiliki mu.

Aku harap kamu mengerti!
Karena aku hanya ingin menjadikanmu sebagai sebuah topik isi dari ceritaku. Tidak untuk menjadikanmu sebagai orang yang spesial untuk mendampingiku saat ini.
Aku ingin kamu mendampingiku kelak, tapi kamu tidak perlu khawatir! Aku tidak meminta itu sekarang, aku meminta mu setelah aku berhasil menjadi seseorang yang kamu harapkan. Setelah aku bisa menjadi seseorang yang bisa kamu kagumi suatu hari nanti.

Mungkin cerita ini kutulis sedikit bertele-tele, tapi aku percaya setiap bait cerita yang ku tulis dapat kamu baca suatu hari nanti. Untukmu seseorang yang tidak pernah mau aku ganggu kehidupannya. Terima kasih karena telah menjadikan-mu sebagai sumber inspirasi dalam ceritaku selama ini. Mungkin tanpa mengenalmu aku tidak akan bisa seperti ini. Mungkin tulisanku tidak akan melulu tentangmu. Maafkan aku karena selalu menjadikanmu sebagai topik dalam setiap isi dari ceritaku. Mungkin kamu membenci hal ini, karena seolah-olah didalam cerita ini kamu seperti sangat dijelek-jelekan dalam urusan kepekaan. Tidak. Kamu tidak pernah sesalah itu, aku yang salah sejak awal karena terlalu cepat menganggap bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk kujadikan seseorang yang berharga dalam hidupku.

Dan kamu mengajarkanku begitu banyak arti dari sebuah pengorbanan, berkorban untuk tidak pernah menyerah dalam menunggu setiap penantian yang mungkin aku sendiri saja tidak pernah tau itu pasti atau tidak. Menunggu memang menyenangkan bagi mereka yang menyukainya, tapi tidak bagi mereka yang tidak menikmatinya. Dan sekarang aku sedang berusaha untuk menikmati setiap penantian yang aku yakin akan membuahkan hasil yang sangat luar biasa. Walau aku tidak yakin akan tetap bersamamu atau tidak nantinya (?)

Dari mu juga aku banyak sekali belajar tentang bagaimana dasar dari sebuah siklus ikhlas mengikhlaskan, aku mengerti bahwa setiap hal yang kamu beli tidak perlu mendapatkan kembalian. Karena setiap apapun yang kamu ikhlaskan harus ada salah satu yang merelakan diantara kedua belah pihaknya. Dan disini aku memilih sebagai orang yang harus ikhlas merelakan, aku hanya ingin kamu membantuku. Bantu aku dengan tidak pernah memberikanku sedikit kepedulian lagi, berhenti untuk terus memberikan perhatian, berhenti untuk tidak menghubungiku lagi. Tapi ijinkan aku untuk selalu meminjam namamu sebentar saja, karena aku sangat membutuhkan itu untuk menyebutkannya di sepertiga malamku dan dengan begitu aku tidak akan lagi mengusik masuk ke kehidupanmu.

Untuk kalian yang mungkin juga merasakan hal yang sama, tolong jangan pernah salahkan orang yang kalian sukai ataupun orang yang kalian kagumi. Mereka tidak pernah memberikan harapan, hanya saja kita yang terlalu berharap pada seseorang yang tidak pernah sama sekali mengharapkan kita. Tolong jaga hati kalian, karena apabila sudah terlanjur jatuh maka akan sulit sekali untuk dipaksa berhenti. Jangankan untuk berhenti, melepaskan dengan ikhlas saja sudah dirasa cukup sangat menyakitkan. Padahal banyak orang mengatakan dengan mengikhlaskan seseorang hatimu akan merasa begitu sangat baik dibandingkan harus membencinya secara langsung. Maka mulai dari sekarang belajarlah untuk menghargai setiap pengharapan yang diberikan seseorang kepada kita walaupun kamu tidak pernah menginginkan itu dari seseorang tersebut. Hargai mereka karena ketulusan hatinya menyukaimu, hargai setiap pengorbanan yang mereka lakukan terhadapmu. Karena tanpa sadar dengan begitu kamu telah menyelamatkan hati seseorang yang tidak bersalah, kamu menyelamatkan hatinya yang tidak pernah tau apa-apa. Dan kamu juga dapat menyelamatkan ribuan pemilik hati yang ada di muka bumi ini. Jadikan setiap pengalaman mu sebagai sebuah pelajaran untuk menjalani kehidupan mu kedepannya. Karena semua keputusan ada pada dirimu saat ini, tidak pada dirimu dimasa lalu :) Semangat pengagum Rahasia. Kalian tidak sedang berjuang sendirian :) Banyak juga orang yang mengalami hal serupa tapi dengan cara yang berbeda :)

Sekali lagi kata maaf ingin sekali kuucapkan langsung dihadapanmu. Maaf karena telah meminjam namamu tanpa ijin di sebagian besar doaku selama ini. Maaf karena aku telah begitu banyak menaruh harapan padamu. Entah ingin sampai kapan aku harus selalu bungkam untuk menyampaikan semua isi hati yang kumiliki. Ingin rasanya aku langsung membicarakan perihal isi hati ini dan aku ingin kamu benar-benar menghargai pengorbananku selama ini. Tidak perlu kamu menjawab "YA", hanya dengan menolakku secara halus kemudian berharap kamu menjawab "Tunggu aku :) Aku akan datang bersama orang tuaku malam ini :)".

Semangat untuk kalian yang juga mengalami hal serupa :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar